Jumat, 07 April 2017

MOTIVASI,PENGAJARAN & PEMBELAJARAN dalam PENDIDIKAN

Image result for motivasi pengajaran dan pembelajaran

MOTIVASI,PENGAJARAN & PEMBELAJARAN dalam PENDIDIKAN

Apa itu motivasi?
Motivasi adalah proses yang memberi semangat,arah,dan kegigihan perilaku dalam didri seseorang.
Perspektif tentang motivasi antara lain sebagai berikut :
A. Perspektif behavioral yaitu menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi peserta didik.Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negative yang dapat memotivasi perilaku peserta didik.
B. Perspektif Humanistis yaitu menekankan pada kapasitas peserta didik untuk mengembangkan kepribadian,kebebasan untuk memilih nasib mereka,dan kualitas positif(seperti peka terhadap orang lain).perspektif ini berkaitan erat dengan pandanganabraham maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskandahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi.menurut hierarki kebutuhan maslow,kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut;

1. Fisiologis : lapar,haus,tidur
2. Keamanan(safety) : bertahan hidup,seperti perlindungan dari perang dan kejahatan
3. Cinta dan rasa memiliki : keamanan(security),kasih sayang,dan perhatian dari orang lain.
4. Harga diri : menghargai diri sendiri.
5. Aktualisasi diri : realisasi potensi diri.

C. Prspektif kognitif,pemikiran peserta didik akan memandu motivasi mereka.perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W WHITE(1959),yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi,yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif,menguasai dunia mereka,dan memprosesinformasi secara efisien.White mengatakan bahwa orang melakukan hal-hal tersebut bukan karena kebutuhan biologis,tetapi karena orang punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif.

D. Perspektif sosial
Apakah ada jenis orang yang termotivasi untuk berada di sekitar banyak orang?atau apakah anda lebih suka di rumah dan membaca buku?Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman.

MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU

1. Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain(cara untuk meraih tujuan)motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman.misalnya,murid belajar keras untuk mendapatkan nilai yang baik.

2. Motivasi intrinsic adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri.misalnya,murid belajar karena menyenangi mata pelajaran itu sendiri.

MOTIVASI,HUBUNGAN DAN KONTEKS SOSIOKULTURAL

1. Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial(henry murray,1938) misalnya kebutuhan sosial murid direfleksikan dalam keinginan mereka untuk popular dimata teman sebaya dan kebutuhan punya satu kawan akrab atau lebih,dan keinginan untuk menarik di mata orang yang mereka sukai.

2. Hubungan sosial;hubungan murid dengan orang tua,teman sebaya,kawan,guru dan mentor,dan orang lain,dapat memengaruhi prestasi dan motivasi sosial mereka.

KONTEKS SOSIOKULTURAL

Status sosioekonomi dan etnisitas;diversitas prestasi yang ada di dalam setiap kelompok cultural,juga penting untuk membedakan antara perbedaan dan defisiensi(kekurangan).sering kali,prestasi murid minoritas etnis terutama murid afrika amerika,latino,dan suku asli amerika diinterpretasikan berdasarkan standar kulit putih berstatus sosioekonomi menengah.mereka diinterpretasikan sebagai murid yang kurang(deficit) berprestasi,padahal pokok masalah sebenarnya adalah perbedaan cultural.

MURID BERPRESTASI RENDAH dan SULIT DIDEKATI

JERE BROPHY(1998)mendeskripsikan stategi untuk meningkatkan motivasi dua jenis murid yang susah didekati dan berprestasi rendah ini;
1. Murid yang tidak bersemangat ; murid berprestasi rendah dengan kemampuan rendah yang kesulitan untuk mengikuti pelajaran dan punya ekspektasi prestasi yang rendah,murid dengan sindrom kegagalan,dan murid yang terobsesi untuk melindungi harga dirinya dengan menghindari kegagalan.

2. Murid berprestasi rendah dengan ekspektasi kesuksesan yang rendah ; murid jenis ini perlu terus menerus diyakinkan bahwa mereka bisa mencapai tujuan dan menghadapi tantangan yang telah anda tentukan untuk mereka dan anda perlu membantu mereka untuk mencapai sukses.

3. Murid dengan sindrom kegagalan ; sindrom kegagalan adalah murid memiliki ekspektasi rendah untuk meraih kesuksesan dan menyerah saat menghadapi kesulitan awal.

4. Murid yang termotivasi untuk melindungi Harga dirinya dengan menghindari kegagalan.berikut ini beberapa strategi mereka untuk melindungi harga diri dan menghindari kegagalan mereka(Covington&Teel,1996) yaitu:

a. Nonperformance;strategi paling jelas untuk menghindari kegagalan adalah tidak mau mencoba,misalnya tidak mau menjawab pertanyaan guru tetapi guru berharap memanggil murid lain.

b. Berpura-pura;agar tidak dikritik karena tidak mau mencoba,beberapa murid tampak berpartisipasi tetapi dia melakukannya demi menghindari hukuman,bukan untuk sukses.misalnya,pura-pura bertanya meskipun mereka sudah tahu jawabannya.

c. Menunda-nunda,menunda-nunda belajar menjelang ujian

d. Menentukan tujuan yang tak terjangkau

e. “kaki kayu akademik”,murid mengakui kelemahan personal kecil agar kelemahannya yang lebih besar tidak diketahui.misalnya,murid mungkin mengaitkan hasil buruk ujian dengan kecemasan yang dialaminya.

Martin Covington dan rekan-rekannya(Covington,1992,1998;Covington&Teel,1996;Covington,Teel&Parecki,1994)mengusulkan sejumlah strategi untuk membantu murid mengurangi kesibukannya melindungi harga dirinya dan menghindari kegagalan :

a. Beri murid tugas yang menarik dan memicu rasa ingin tahu mereka.
b. Buat sistem imbalan/hadiah sehingga semua murid bukan hanya murid yang cerdas dan berprestasi saja dapat memperoleh hadiah itu jika mereka mau berusaha keras.
c. Bantu murid menentukan tujuan yang menantang namun realistis,dan beri mereka dukungan akademik dan emosional dalam rangka mencapai tujuan itu.
d. Perkuat asosiasi antara usaha dan harga diri.
e. Dorongan murid untuk memegang keyakinan positif terhadap kemampuan mereka sendiri.
f. Tingkatkan hubungan guru-murid dengan menekankan peran anda sebagai sumber daya manusia yang akan membimbing dan mendukung usaha pembelajaran murid,bukan berperan sebagai figure otoriter yang mengontrol perilaku murid



Menurut saya,dengan adanya motivasi yang menunjang para peserta didik baik dari orang lain maupun dari dalam diri mereka sendiri,membuat mereka lebih terampil dalam belajar dan mereka lebih bersemangat dalam belajar sehingga mereka mendapatkan nilai bagus atau yang sesuai dengan keinginan mereka dan bukan karena keterpaksaan.dengan demikian mereka dapat bertanggung jawab atas tugas2 mereka secara mandiri sehingga mereka dapart meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka sendiri.



SUMBER : JOHN W. SANTROCK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar