Jumat, 07 April 2017

DIVERSITAS SOSIOKULTURAL

 Image result for diversitas sosiokultural dalam psikologi pendidikan
DIVERSITAS SOSIOKULTURAL
Kultur dan etnis

Kultur
Kultur adalah poa perilaku, keyakinan, dan semua produk dari kelompok orang tertentu yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Psikolog Donal Campbell dan rekannya menemukan bahwa orang – orang di semua kultur cenderung:
Ø  - Percaya bahwa apa yang terjadi dalam kultur mereka adalah sesuatu yang “alami” dan “benar” dan apa yang terjadi dalam kultur lain adalah “ tidak alami” dan “tidak benar”.
Ø  -Menggap bahwa kebiasaan cultural mereka adalah valid secara universal.
Ø  - Berperilaku dengan cara – cara yang sesuai dengan kelompok kulturalnya.
Ø  - Merasa bangga dengan kelompok kulturalnya
Ø  -Berusuhan dengan kelompok cultural lain.
Studi lintas cultural menyediakan perbandingan informasi tentang seberapa jauh orang itu sama dan seberapa jauh perilaku tertentu adalah perilaku khusus dari suatu kultur.
Perbedaan dalam kultur dideskripsikan dengan dua istilah yaitu, individualism dan kolektivisme.
Individualisme adalah seperangkat nilai yang mengutamakan tujuan personal di atas tujuan kelompok. Nilai – nilai individualisme mencakup perasaan senang, keunikan personal, dan independensi atau kemandirian.
Kolektivisme adalah seperangkat nilai yang mendukung kelompok. Tujuan personal digunakan untuk menjaga integritas kelompok, interdependensi anggota kelompok, dan keharmonisan hubungan. 

Status sosioekonomi
Status sosioekonomi adalah kelompok orang berdasarkan karakteristik ekonomi, individual, dan pekerjaannya. 

Tingkat kemiskinan di amerika
Pada tahun 2000, 16 % anak AS hidup dalam kemiskinan (children’s defense fund, 2000). Pada 1998, garis batas kemiskinan untuk satu keluarga beranggotakan empat orang adalah keluarga berpendapatan $ 16.450. tingkat kemiskinan anak AS hamper dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan Negara industry lain.
Mendidik anak berlatar belakang SES rendah.
Dua studi yang mengilustrasikan bagaimana kemiskinan bisa berdampak negative terhadap pembelajaran dan perkembangan :
·         Satu studi membandingkan lingkungan bahasa rumah anak – anak usia 3 tahun dari keluarga professional dan keluarga yang berpendapatan rendah. Semua anak berkembang normal dalam belajar bicara dan belajar menguasai kosakata dasar. Namun perbedaan besar dalam jumlah bahasa yang dikenal anak dan level perkembangan bahasa yang dicapai anak.
·         Studi lain diatas 1200 remaja usia 12 sampai 14 tahun dimaksud untuk mengetahui dampak kemiskinan dalam kemampuan mereka dalam belajar membaca dan berhitung. Kemiskinan berhubungan dengan nilai pelajaran membaca dan matematika yang rendah. Studi ini juga menemukan bahwa kemiskinan berhubungan dengan problem perilaku di sekolah.
Etnis
Kata etnic berasal dari kata Yunani yang berarti “bangsa”. Etnisitas (ethnicity) adalah pola umum karakteristik seperti warisan cultural, nasionalitas, ras, agama, dan bahasa.
Istilah race (ras), yang kini didiskripsikan sebagai konsep biologis, adalah klasifikasi orang atau makhluk hidup lainnya berdasarkan karakteristik psikologis tertentu. 

Prasangka, diskriminasi, dan bias.
Prasangka adalah sikap negative yang tak adil terhada orang lain karena keanggotaan individu itu dalam satu keolmpok. 

Diversitas dan perbedaan 
Pengalaman historis, ekonomi, dan social telah melahirkan prasangka d perbedaan antar kelompok etnis. Individu yang tinggal dalam kelompok etnis atau cultural tertentu menyesuaikan diri dengan nilai, sikap, dan tekanan dari kultur tersebut. 

Isu bahasa 

Pendidikan bilingual
Pendidikan bilingual bertujuan untuk mengajar mata pelajaran kepada anak imigran dengan menggunakanbahasa asal mereka, sembari secara bertahap memberikan pengajaran dengan bahasa inggris.
Program bilingual adalah program  transisional yang dikembangkan untuk membantu murid sampai mereka bisa memahami bahasa inggris secara cukup sehingga bisa belajar dikelas regular. 

Konsiderasi bahasa kedua lainnya.
Amerika serikat adalah salah satu dari sedikit Negara di dunia dimana kebanyakan muridnya lulus dari sekolah menegah dengan hanya mengenal bahasa mereka sendiri.
Misalnya, di Rusia, sekolah punya sepuluh kelas, yang kira- kira sama dengan 12 kelas di Amerika. Anak Rusia mulai belajar usia tujuh tahun. Mereka belajar bahasa inggris sejak kelas tiga. Karena penekanan pada pengajaran bahasa inggris di sekolah Rusia, maka kebanyakan warga Rusia dibawah usia 40 tahun sekarang ini mampu bicara dua bahasa, atau setidaknya bis bicara bahasa inggris di samping bahasa mereka sendiri.

Sumber : santrock, jhon. Psikologi pendidikan edisi kedua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar